<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dzikirhati's Blog</title>
	<atom:link href="http://dzikirhati.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dzikirhati.wordpress.com</link>
	<description>Dengan dzikir dan doa hati terasa damai</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 May 2009 12:43:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dzikirhati.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dzikirhati's Blog</title>
		<link>http://dzikirhati.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dzikirhati.wordpress.com/osd.xml" title="Dzikirhati&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dzikirhati.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengenal Allah</title>
		<link>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/05/06/mengenal-allah/</link>
		<comments>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/05/06/mengenal-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 12:43:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzikirhati</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzikirhati.wordpress.com/2009/05/06/mengenal-allah/</guid>
		<description><![CDATA[Mengenal Allah merupakan pondasi tempat berdirinya Islam secara keseluruhan, tanpa mengenal Allah, seluruh amal ibadah dalam Islam tidak memiliki nilai hakiki, hal ini disebabkan karena dalam kondisi tidak mengenal Allah, orang tersebut sama dengan kehilangan ruhnya, apalah gunanya jasad tanpa ruh? sama dengan orang itu mati. Amal bagaikan jasad dan mengenal Allah bagaikan ruhnya, dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzikirhati.wordpress.com&amp;blog=7146660&amp;post=106&amp;subd=dzikirhati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengenal Allah merupakan pondasi tempat berdirinya Islam secara keseluruhan, tanpa mengenal Allah, seluruh amal ibadah dalam Islam tidak memiliki nilai hakiki, hal ini disebabkan karena dalam kondisi tidak mengenal Allah, orang tersebut sama dengan kehilangan ruhnya, apalah gunanya jasad tanpa ruh? sama dengan orang itu mati. Amal bagaikan jasad dan mengenal Allah bagaikan ruhnya, dengan adanya ruh dalam jasad maka disebut hidup. Dengan mengenal Allah dalam beramal, maka amal jadi hidup, setiap diamalkan, hidup, hati tidak lagi gersang bagai padang pasir tandus tanpa pepohonan, fikiran tidak lagi semrawut bagai benang dipintal kusut.</p>
<p>Tidak sedikit orang di jagat ini yang mengingkari wujud Allah dengan 1001 alasan yang menurut mereka masuk aqal, pada hal alasan mereka itu tidak masuk aqalnya orang-orang tercerahkan. Salah satu alasan mereka adalah bahwa mereka tidak dapat merasakan keberadaan Allah dan tidak dapat melihat Allah dengan indra mereka. Pengakuan demikian menandakan bahwa mereka sedang mati rasa dan buta (gelap mata) disebabkan terlalu banyak sapir-sapir penghalang antara mereka dengan Allah, terlalu tidak percaya dengan hal-hal gaib, pada hal aqal fikiran mereka saja pun sesungguhnya merupakan bagian dari hal gaib yang ada di dalam diri mereka sendiri. Tatkala mereka makan cabe terasa betapa pedasnya, mulut mereka menganga sebagai pertanda pedas yang mereka rasa tidak dapat disembunyikan, berarti sesungguhnya mereka bukan mati rasa, tetapi lebih tepat disebut dengan istilah pura-pura mati rasa.</p>
<p>Kaum Muslimin sejagat mengucap syahadat, sebagai tanda dan bukti bahwa setiap Muslimin mampu menyaksikan Allah. Jika seseorang mengangkat saksi, berarti orang yang bersaksi mampu melihat yang disaksikannya. Dengan apa kita menyaksikan Allah? Kita menyaksikan Allah haruslah dengan Allah (istilah Qur’an menyebutkan ma’allah), kemudian dengan hati kita, dengan fikiran kita, dengan indra perasa kita, dengan mata kepala kita.</p>
<p>Setiap kali mata kepala memandang alam sekitar kita, otak kita berfikir betapa indah dan serasinya segala yang tampak, lalu hati kita bertanya siapakah yang menciptakan ini semua? Otak pun berupaya menjawab pertanyaan hati, karena tidak mungkin segalanya tercipta begitu saja tanpa ada yang menciptakannya, setelah otak menelusuri asal muasal segala kejadian, maka berujung pada Zat Allah, hatipun menghunjam kata Allah terukir indah di dada, memancarkan bias-bias di seantero asabat jasat melingkupi jiwa, batin di dalam diri mulai membuka pintu-pintu hijabNya, maka dipenghujung perjalanan batin bertemu cahaya dan dipenghujung cahaya yang tampak oleh batin terdapat satu Zat Yang Maha Bercahaya nan cahayaNya tiada tandingan dan batin tahu diri sehingga tiada mampu menukikkan kearahNya karena sangking takjub terhadap keindahanNya. Tatkala batin bertanya : siapakah itu? Sang Nurani menjawab: Itulah Allah, Zat yang sangat dikau rindu. Subhanallah, begitulah para Rasul dan Nabi melihat Allah, namun kita janganlah menyebut diri sebagai Rasul atau Nabi, sebab derajat kita dibanding Nabi dan Rasul amatlah masih jauh di bawah mereka, siapapun kita, kita adalah di luar sistem Allah terhadap pengutusan Nabi dan RasulNya.</p>
<p>Selanjutnya bertambah yaqinlah hati, maka semua yang dilihat, tampaklah betapa ini semua hanya Allah yang menciptakan. Tatkala menemukan ujian dan cobaanpun, dibaliknya terpandang oleh batin betapa ini semua Allah lah dalangnya, dengan cobaan dan ujian yang diberikanNya ada kemungkinan besar kita dapat menaiki anak tangga yang lebih tinggi mencapai derajat hidup yang lebih tercerahkan, jika lulus dari ujian dan cobaan yang Allah berikan. Tetapi jika gagal, maka terpaksa menjadi insan yang turun derajat, bagai Adam wal Hawa diturunkan dari surga. Untuk itu kita amatlah perlu mengenal Allah, insya Allah situs aku yang atu ni akan kita isi dengan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Allah, bukan sekedar teori, tetapi kita upayakan juga berdasarkan pengamanan di alam goibullah, insya Allah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzikirhati.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzikirhati.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzikirhati.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzikirhati.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzikirhati.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzikirhati.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzikirhati.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzikirhati.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzikirhati.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzikirhati.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzikirhati.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzikirhati.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzikirhati.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzikirhati.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzikirhati.wordpress.com&amp;blog=7146660&amp;post=106&amp;subd=dzikirhati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/05/06/mengenal-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f62ed84f10adadc15e5650a222c76ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dzikirhati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arti Hidup di Gunung Salak</title>
		<link>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/11/arti-hidup-di-gunung-salak/</link>
		<comments>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/11/arti-hidup-di-gunung-salak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 19:18:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzikirhati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzikirhati.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[ini adalah pengalaman pribadi ku yang amatlah menyeramkan tapi berkesan sekali. Dimana aku dan 2 temanku ingin naik gunung, aku sangat menyukai alam tapi aku belum pernah naik gunung. Naik gunung adalah hoby ayahku dan aku ingin sekali melanjutkan hobynya itu. Dari dulu aku ingin sekali naik gunung yang sering sekali aku pandang kalo aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzikirhati.wordpress.com&amp;blog=7146660&amp;post=62&amp;subd=dzikirhati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-100" title="foto049" src="http://dzikirhati.files.wordpress.com/2009/04/foto049.jpg?w=300&#038;h=225" alt="foto049" width="300" height="225" />ini adalah pengalaman pribadi ku yang amatlah menyeramkan tapi berkesan sekali. Dimana aku dan 2 temanku ingin naik gunung, aku sangat menyukai alam tapi aku belum pernah naik gunung. Naik gunung adalah hoby ayahku dan aku ingin sekali melanjutkan hobynya itu. Dari dulu aku ingin sekali naik gunung yang sering sekali aku pandang kalo aku berangkat ke kampus yaitu Gunung Salak. Aku selalu berkhayal kalo aku ini berada di gunung salak. Ehm pasti indah banget ya&#8230;!!!<span id="more-62"></span><br />
Sebelum keberangkatan aku sama sekali tidak izin dengan kedua orang tuaku karena aku takut tidak diizinkan. Aku langsung bergegas menyiapkan segala hal yang harus kubawa saat naik nanti. Hari itu adalah hari jumat karena kita semua mempunyai niat naik gunung itu hari sabtu agar kita hari minggu kita bisa pulang dan istirahat. Setelah maghrib kami bertiga berangkat ke salah satu rumah teman yang ikut dalam pendakian namanya Sony, diantara kami bertiga hanya dia yang berpengalaman naik gunung.<br />
Keesokan harinya kami semua mempersiapkan keberangkatan dari jam 7, Sony pergi mengambil perlatan yang lain di sekretariat pecinta alam dia. aku dan temanku yang biasa dipanggil Zae menunggu sambil menyantap pisang goreng dan kopi hangat, eit jangan lupa juga dengan rokok. wieh nikmatnya dunia. 2-3 jam kami menunggu tapi Sony tak kunjung pulang juga. aku mulai merasa resah karena aku dan zae sudah ingin cepat &#8211; cepat naik gunung. Tak lama sony datang dengan alatnya, kami semua langsung mempersiapkan semua, disana aku diajarkan packing barang. kami selesai packing jam 12 dan kami sholat dzuhur dulu. setelah itu kami semua berangkat karena diperjalanan kami akan menghabiskan waktu sekitar 2 jam. di perjalanan aku menikmati setiap jalan yang kami lalui karena aku masih mengira ini mimpi karena aku akan naik gunung yang selama ini aku pandang dari kejauhan.<br />
Sebelum kami sampai di cimelati aku melihat gunung salak tertutup dengan kumpulan awan hitam. tapi itu semua tidak menurunkan semangat aku untuk naik ke gunung salak.<br />
sesampai di cimelati kami semua naik ojek ke pos 1, disana keadaan hujan rintik &#8211; rintik.di pos 1 kami istirahat sejenak karena huajn semakin membesar, disana aku menghabiskan 1 batang rokok dulu. disana pemandangannya indah sekali dan kata Sony aku akan melihat pemandangan yang lebih indah saat di puncak. aku semakin semangat mendengar perkataan sony. tak lama kami semua berangkat untuk naik karena takut waktu tidak cukup jadi kita semua harus mempercepat langkah kita. sedikit demi sedikit aku melewati hutan itu, terlihat pemandangan dalam hutan yang sangatlah indah. aku sangat tidak percaya kalo aku ini ada di dalam hutan gunung salak. aku menikmati sekali tiap langkah kaki ini.<br />
saat kami di pos 2 sudah jam setengah 6 dan sony menyuruh kita lebih cepat lagi karena takut gelap karena kita tidak ada yang membawa senter. namanya juga dadakan, tak lama kami sampai di pos 3 ehm suasana yang indah walaupun aku tak melihat bogor dari gunung tapi di dalam hutan itu sangat indah sekali. sony langsung membangun tenda sedangkan aku dan zae mencari kayu bakar, disana keadaan masih hujan hingga akhirnya aku dan zae tak dapat menemukan kayu bakar itu. ehm bete juga, saat tenda jadi kami semua membereskan barang kita dan mulai istirahat. malam hari hanya terdengar suara binatang malam dan angin yang berhembus berbeda dengan malam hari saat di komplek aku hanya mendengar knalpot kendaraan tapi disana tidak sama sekali. paginya kami bertiga melanjutkan perjalanan ke puncak,<br />
ternyata medan yang berada disana sangat ekstrim karena kanan dan kiri kita adalah jurang. wieh serem juga. sekitar 3 jam kami semua sudah berada di puncak salak dan aku langsung sujud syukur dan teriak takbir karena kepuasaan ku naik gunung salak ini. tetapi kami tidak bisa melihat kota bogor karena disana tertutup dengan awan. kami  istirahat, tak lama jam 11.30 kami turun dari puncak karena besok masih kuliah. saat kami turun inilah keadaan yang tak pernah sony rasain sebelumnya-sebelumnya. keadaan sangat menyeramkan karena jarak pandang kami tidak jauh. kalian pun merasakan kalo keadaan ini ga wajar banget. kabut dan hujan mengiringi langkah kami,  disepanjang aku hanya berdzikir dan dzikir.<br />
udara semakin dingin dan aku sama sekali tak kuat melawan digin itu. hingga saat kau berda dalam tenda jari dan telapak kaki mulai berwarna biru karena udara yang dingin sekali. aku hanya bisa dzikir dan dzikir agar diberi keselamatan sampai pada tujuan. akhirnya kami semua berangkat untuk pulang. diperjalanan pulang hujan semakin besar, tapi hujan tak memutuskan keinginan saya untuk sampai di rumah. sekitar 3 jam kami semua sampai di pos 1. aku sangat bersyukur ternyata ALLAH SWT masih mengizinkan saya untuk pulang dan bertemu dengan kedua orang tua, adik , kakak, teman di kampus dan orang yang ku sayang Meylani. aku dan 2 teman ku beristirahat sejenak di pangkalan ojek karena disana belum ada ojek yang datang. kami semua mengganti pakaian yang basah karena takut masuk angin, baju kami yang basah pun kami simpan di tas kami. saat ojek itu datang kami semua naik ojek dan bersiap naik angkot menuju tujuan kami. sesampai di kostan disana aku disambut oleh makanan hangat yang dihidangkan meylan khusus untuk aku yang baru pulang dari gunung salak dan aku sangat senang karena bisa melihat senyum dan tawa dia kembali setelah apa yang terjadi di gunung tadi sore.</p>
<p>kejadian ini sangat menyeramkan tetapi sangat berkesan dan hingga sampai saat ini aku merindukan keadaan di gunung salak.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzikirhati.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzikirhati.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzikirhati.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzikirhati.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzikirhati.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzikirhati.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzikirhati.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzikirhati.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzikirhati.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzikirhati.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzikirhati.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzikirhati.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzikirhati.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzikirhati.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzikirhati.wordpress.com&amp;blog=7146660&amp;post=62&amp;subd=dzikirhati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/11/arti-hidup-di-gunung-salak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f62ed84f10adadc15e5650a222c76ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dzikirhati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dzikirhati.files.wordpress.com/2009/04/foto049.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">foto049</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asma Binti Yazid bin Sakan bin Rafi bin Haris al Anshariyah Al Ausiyyah Al Asyhalyah</title>
		<link>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/11/asma-binti-yazid-bin-sakan-bin-rafi-bin-haris-al-anshariyah-al-ausiyyah-al-asyhalyah/</link>
		<comments>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/11/asma-binti-yazid-bin-sakan-bin-rafi-bin-haris-al-anshariyah-al-ausiyyah-al-asyhalyah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 16:15:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzikirhati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzikirhati.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Wahai saudariku, tahukah kalian siapa beliau? Beliau adalah Asma’ binti Yazid bin Sakan bin Rafi’ bin Imri’il Qais bin Abdul Asyhal bin Haris Al-Anshariyah Al Ausiyyah Al Asyhaliyah. Wanita mulia di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang berbai’at kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun pertama Hijriyah, yaitu dalam bai’at Aqabah. Asma’ radhiallahu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzikirhati.wordpress.com&amp;blog=7146660&amp;post=98&amp;subd=dzikirhati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wahai saudariku, tahukah kalian siapa beliau? Beliau adalah Asma’ binti Yazid bin Sakan bin Rafi’ bin Imri’il Qais bin Abdul Asyhal bin Haris Al-Anshariyah Al Ausiyyah Al Asyhaliyah. Wanita mulia di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang berbai’at kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun pertama Hijriyah, yaitu dalam bai’at Aqabah.</p>
<p>Asma’ radhiallahu ‘anha adalah termasuk shahabiyah Anshar yang pertama masuk Islam yang keilmuannya sangat luas. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abdil Barr bahwa Asma’ adalah seorang wanita yang cerdas dan bagus agamanya. Asma’ ikut aktif mendengar hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sering bertanya tentang persoalan-persoalan yang menjadikan dia paham urusan agama. <span id="more-98"></span>Oleh karena itu, ia menjadi ahli hadits yang mulia, sehingga mendapat julukan “juru bicara wanita”. Asma’ dipercaya oleh kaum muslimah sebagai wakil mereka untuk berbicara dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang persoalan-persoalan yang mereka hadapi.</p>
<p class="MsoNormal"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img class="size-medium wp-image-372" title="akhwat" src="/DOCUME~1/ex-plor.net/LOCALS~1/Temp/msohtml1/03/clip_image002.jpg" border="0" alt="akhwat1" width="137" height="180" /><!--[endif]--></p>
<p class="wp-caption-text">Akhwat, .. Sungguh Keridhoan Suami Lebih Utama</p>
<p>Suatu ketika Asma’ mendatangi Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya adalah utusan bagi seluruh wanita muslimah yang di belakangku, seluruhnya mengatakan sebagaimana yang aku katakan dan seluruhnya berpendapat sesuai dengan pendapatku. Sesungguhnya Allah mengutusmu bagi seluruh laki-laki dan wanita, kemudian kami beriman kepada anda dan membai’at anda. Adapun kami para wanita terkurung dan terbatas gerak langkah kami. Kami menjadi penyangga rumah tangga kaum laki-laki dan kami adalah tempat menyalurkan syahwatnya. Kamilah yang mengandung anak-anak mereka. Akan tetapi kaum laki-laki mendapat keutamaan melebihi kami dengan shalat Jum’at, mengantarkan jenazah, dan berjihad. Apabila mereka keluar untuk berjihad, kamilah yang menjaga harta mereka dan mendidik anak-anak mereka. Maka apakah kami juga mendapat pahala sebagaimana yang mereka dapat dengan amalan mereka?”Mendengar pertanyaan tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menoleh kepada para sahabat dan bersabda, “Pernahkah kalian mendengar pertanyaan seorang wanita tentang agama yang lebih baik dari apa yang dia tanyakan?”</p>
<p>Para sahabat menjawab, “Benar, kami belum pernah mendengarnya ya, Rasulullah!”</p>
<p>Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kembalilah wahai Asma’ dan beritahukan kepada para wanita yang berada di belakangmu, bahwa perlakuan baik salah seorang di antara mereka kepada suaminya, upayanya untuk mendapat keridhaan suaminya, dan ketundukkannya untuk senantiasa mentaati suami, itu semua dapat mengimbangi seluruh amal yang kamu sebutkan yang dikerjakan oleh kaum laki-laki.”</p>
<p>Maka kembalilah Asma’ sambil bertahlil dan bertakbir merasa gembira dengan apa yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Muslim)</p>
<p>Kita lihat begitu semangatnya para shahabiah, hatinya senantiasa bergantung kepada akhirat. Tidaklah yang ia cita-citakan dalam seluruh amalnya kecuali ridha Allah Ta’ala sehingga ia merasa sangat gembira ketika diberitahu bahwa tugas yang selama ini ia lakukan pahalanya menyamai amalan kaum laki-laki yang sangat berat. Sungguh hal ini menunjukkan kemurahan Allah kepada hamba-Nya.</p>
<p>Asma’ juga pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang tata cara mandi haidh, sebagaimana telah diriwayatkan dari ‘Aisyah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>“Hendaklah seorang di antara kamu menyiapkan air dan air perasan bidara. Kemudian bersucilah dengannya dan membaguskan bersucinya. Kemudian menuangkan air ke atas kepalanya dan hendaklah ia menggosoknya dengan gosokan yang kuat hingga membasahi akar-akar rambutnya, lalu menuangkan air ke atasnya. Kemudian hendaklah ia mengambil sepotong kapas yang telah dibubuhi minyak wangi, lalu bersihkanlah dengannya.”</p>
<p>Lalu Asma’ bertanya lagi, “Bagaimana membersihkannya dengan kapas?”</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Subhanallah, bersihkanlah dengannya.”</p>
<p>‘Aisyah berkata, seolah-olah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembunyikan hal ini (karena malu), “Yaitu engkau membersihkan darah padanya.” (HR. Bukhari Muslim)</p>
<p>Begitulah saudariku, para shahabiyah sangat bersemangat untuk mencari ilmu agama. Rasa malu tidak menghalangi mereka untuk bertanya. Karena mereka tahu, hanya dengan ilmu, amalan mereka akan bernilai (mendapat pahala) di sisi Allah. Benarlah perkataan ‘Aisyah bahwa sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar, mereka tidaklah terhalang oleh rasa malu untuk mendalami urusan agama. (HR. Muslim)</p>
<p>Tentunya, kita ingin menjadi wanita terbaik bukan? Maka, contohlah para shahabiah. Belajarlah ilmu agama karena dengannya derajat kita akan ditinggikan dan jalan menuju surga akan dimudahkan. Semoga Allah senantiasa memudahkan bagi kita jalan menuju Ilmu. Aamiin.<br />
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (Qs. Al Mujadilah:11)<br />
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya, dengan hal itu, jalan menuju surga.” (HR. Muslim)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzikirhati.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzikirhati.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzikirhati.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzikirhati.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzikirhati.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzikirhati.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzikirhati.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzikirhati.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzikirhati.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzikirhati.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzikirhati.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzikirhati.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzikirhati.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzikirhati.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzikirhati.wordpress.com&amp;blog=7146660&amp;post=98&amp;subd=dzikirhati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/11/asma-binti-yazid-bin-sakan-bin-rafi-bin-haris-al-anshariyah-al-ausiyyah-al-asyhalyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f62ed84f10adadc15e5650a222c76ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dzikirhati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendeta Naik Haji</title>
		<link>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/pendeta-naik-haji/</link>
		<comments>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/pendeta-naik-haji/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 23:32:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzikirhati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Lucu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzikirhati.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Pendeta Naik Haji….masak sih ? kok bisa sih ? Yang bener aja Seorang pendeta dan seorang haji (Haji Muhammad Isa), sudah lama banget bersohibat erat. Gini ceritanya nih… Pada suatu hari yang cerah mereka berdua pergi bersama-sama kesuatu tempat, sebut saja tempat itu sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW), daerah turis buang-buang duit. Disana mereka mau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzikirhati.wordpress.com&amp;blog=7146660&amp;post=78&amp;subd=dzikirhati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pendeta Naik Haji….masak sih ? kok bisa sih ? Yang bener aja</p>
<p>Seorang pendeta dan seorang haji (Haji Muhammad Isa), sudah lama banget bersohibat erat.</p>
<p>Gini ceritanya nih…<span id="more-78"></span></p>
<p>Pada suatu hari yang cerah mereka berdua pergi bersama-sama kesuatu tempat, sebut saja tempat itu sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW), daerah turis buang-buang duit.</p>
<p>Disana mereka mau Nge-date atau apa gitu..barangkali. Gue lupa gak sempat tanya-tanya-in mau apa mereka kesana. Mau ini kek mau itu kek, bukan urusan gue.</p>
<p>It’s not my business. Lagian….Emang Gue Pikirin ?.</p>
<p>Dalam perjalanan menuju kesana ke-DTW, mereka berdua dengan terpaksa harus menyeberangi sebuah sungai yang cukup deras arusnya dan cukup dalam and dingin pula.</p>
<p>Tetapi karena pendeta itu enggak bisa berenang maka tentu saja dia enggak sungkan-sungkan untuk minta tolong agar pak haji sa-habatnya itu mau menggendongnya.</p>
<p>Tentu saja pak haji ini gak tega dan gak mungkin mau nolak. Wong mereka berdua Good Friend kok.</p>
<p>Sebelum mulai menyebrangi sungai, keduanya terlihat komat-kamit, sambil menunduk-kan kepalanya, hening syahdu sejenak, mereka berdua membaca doa bareng-bareng tetapi sesuai dengan kepercayaan masing-masing tentunya</p>
<p>Ketika sedang menyeberangi sungai, dari atas gendongan-nya sang-pendeta itu berkata pada Pak Haji</p>
<p>“ Nah, ini baru cerita, ada pendeta naik haji ”</p>
<p>Mereka berdua ketawa-tawa he-he-he bahagia banget deh</p>
<p>Ketika dalam perjalanan pulang, mereka berdua harus menyeberangi sungai yang sama, sungai yang itu &#8211; itu lagi.</p>
<p>Seperti sebelum-nya, pendeta itu minta digendong lagi, rupanya beliau ketagihan pingin naik haji lagi. Naik haji itu ternyata memang enak ya, begitu pikir pendeta itu serius banget</p>
<p>” Ji elo gendongin gue lagi dong ya…” Tanya pendeta</p>
<p>“ Oke…. Off course…. ga apa-apa ta, dengan Senang hati… ..”</p>
<p>sambil senyum-senyum tanda orang yang sudah ma’rifat seperti Haji Muhammad Isa ini.</p>
<p>Ditengah-tengah sungai itu tiba-tiba gak tau kenapa pak haji itu melepaskan gendongan-nya dan pendeta itu tentu saja kecebur sungai.</p>
<p>Jebur….. glagep-glagep..Lho kok bisa jadi begitu ya ?.</p>
<p>” Wah jangan2…. SARA nih………. “</p>
<p>Sang Pendeta mau enggak mau harus berusaha keras banget untuk belajar berenang sendiri, supaya kagak kelelep, supaya kagak tenggelam, supaya kagak mati sia-sia selagi hidup</p>
<p>Eh tau-tau si-Pendeta itu menggerak-gerakan kakinya – water trapen – beliau kagak tenggelam, beliau akhirnya bisa belajar berenang sendiri dan cengengesan kesenengan.</p>
<p>Kayak anak kecil, ABG, padahal udah dewasa. Udah bangkotan</p>
<p>Kemudian Pak Haji berkata sambil ketawa-tawa,</p>
<p>” Nah, ini baru ceritanya ada haji membaptis pendeta…”</p>
<p>Mereka berdua ketawa lagi, dan ketawa bersama. Bersama kita bisa ketawa. Sekarang keduanya terlihat berenang-renang ketepian sungai.</p>
<p>Untuk melepas lelah keduanya duduk leyeh leyeh lantas berbaring diatas rerumputan hijau yang terbentang luas disana sembari memandang jauh ke-ufuk langit biru.</p>
<p>Pada saat itu suasana dan pemandangan-nya sungguh sungguh sangat indah., apalagi, tanpa disadari mereka berdua bersama-sama menyanyi-kan lagu dangdut rohani kesayangan pak Haji dan juga pak Pendeta</p>
<p>Pandanglah kesana pandang ke-ufuk langit biru.</p>
<p>Pandanglah kesana kedalam lubuk bathin-mu.</p>
<p>Kenalilah siapa sebenarnya dirimu dst .</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzikirhati.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzikirhati.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzikirhati.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzikirhati.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzikirhati.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzikirhati.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzikirhati.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzikirhati.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzikirhati.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzikirhati.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzikirhati.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzikirhati.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzikirhati.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzikirhati.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzikirhati.wordpress.com&amp;blog=7146660&amp;post=78&amp;subd=dzikirhati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/pendeta-naik-haji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f62ed84f10adadc15e5650a222c76ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dzikirhati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hati Lembut Dan Jernih</title>
		<link>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/hati-lembut-dan-jernih/</link>
		<comments>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/hati-lembut-dan-jernih/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 23:28:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzikirhati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzikirhati.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Ya Rabb, betapa banyak aku telah bermaksiat pada-Mu, namun Engkau tidak juga menghukumku, begitulah penuturan sebagian rahib Bani Israel. Padahal sebenarnya Allah SWT telah banyak memberi hukuman kepadamu, akan tetapi engkau tidak juga menyadari. Sesungguhnya balasan keburukan adalah keburukan yang serupa!, demikian menurut Syaikul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam bukunya ‘al-Hasanah wa as-Sayyiah’. Gersang Musibah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzikirhati.wordpress.com&amp;blog=7146660&amp;post=76&amp;subd=dzikirhati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya Rabb, betapa banyak aku telah bermaksiat pada-Mu, namun Engkau tidak juga menghukumku, begitulah penuturan sebagian rahib Bani Israel. Padahal sebenarnya Allah SWT telah banyak memberi hukuman kepadamu, akan tetapi engkau tidak juga menyadari. Sesungguhnya balasan keburukan adalah keburukan yang serupa!, demikian menurut Syaikul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam bukunya ‘al-Hasanah wa as-Sayyiah’.</p>
<p><strong> Gersang<br />
</strong></p>
<p>Musibah terbesar adalah merasa aman setelah melakukan perbuatan dosa. Padahal sanksi itu tidak diturunkan secara langsung. Siksa terbesar bagi seseorang adalah jika ia tidak dapat menyadari dosa-dosanya, terserabutnya nilai-nilai agama darinya, kerasnya hati, dan salah memilih amal untuk kepentingan jiwanya. Buah dari itu semua adalah sehat jasmani dan cita-citanya tercapai, akan tetapi hatinya keras dan sakit.<span id="more-76"></span><br />
Sebagai contoh, sebagian orang tidak mendapatkan taufiq sehingga tidak menjalankan shalat subuh dalam rentang waktu yang lama. Atau ia teledor dalam menaati kedua orang tuanya, sehingga engkau mendapatinya sebagai orang yang paling durhaka kepada keduanya. Atau engkau melihatnya senantiasa berbuat maksiat atau bahkan telah akrab dengannya, akan tetapi ia tidak juga merasa sakit dan atau terluka parah karena dosa-dosa itu (‘Wahatul Imah’ karya Abdul Humaid al-Bilal).</p>
<p>Fenomena demikian terjadi di sekitar kita. Secara fisik, ia sehat dan bahkan dunia datang kepadanya dengan segala keindahan dan kenikmatannya. Lalu ia tertipu dan terlena olehnya sehingga membuat ia ingkar kepada Allah SWT sehingga hatinya menjadi mati bukan hanya keras, kasar dan gersang saja akan tetapi betul-betul mati.</p>
<p>Ia tidak juga menyadari luka yang telah kronis, lumuran dosa dan kotoran maksiatnya. Ia seperti mayit yang tidak dapat merasakan apapun. Seorang penyair pernah berkata. Bagi yang hina, kesalahan-kesalahan itu biasa sebagaimana mayit tidak merasa sakit jika terluka.</p>
<p><strong>Putih Hitam</strong></p>
<p>Saudariku&#8230; jika engkau berharap hatimu baik, maka dengar dan berjalanlah bersama kehendak dan hasrat yang terdetik dalam hatimu. Turutilah suara hati yang baik dan jauhi yang tidak benar, hasrat-hasrat ke arah maksiat tersebut merupakan tangga menuju kesesatan, bahaya dan fitnah yang dapat menjadikan hati menjadi keras.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda: Fitnah-fitnah itu menimpa hati secara perlahan dan bertahap, maka hati mana yang paling dapat dipengaruhi, maka tertoreh padanya noda hitam, hingga sabdanya: “Sehingga menjadi dua jenis hati; putih seperti sesuatu yang sangat jernih hingga tidak dapat terpengaruh fitnah selama langit dan bumi masih ada. Dan kedua, hitam (dan ini yang paling rentan kena fitnah) ia seperti wadah yang terikat miring, tidak mengenal yang ma’ruf dan tidak mengingkari yang mungkar kecuali sesuai nafsunya.” (HR. Imam Muslim dalam Kitab Fatan, 1990).</p>
<p>Imam Ibnu Qoyyim rahimahullah mengomentari hadis tersebut dengan ucapannya, fitnah-fitnah yang mengancam dan menimpa hati merupakan penyebab sakitnya hati. Pertama, syahwat, sikap menyimpang, maksiat-maksiat dan kedzaliman. Kedua, fitnah syubhat, kesesatan, bid’ah dan kebodohan. Jenis fitnah pertama berimplikasi pada rusaknya niat dan tujuan, sedang fitnah kedua yang berakibat rusaknya ilmu seseorang serta akidahnya.</p>
<p><strong>Dua Saksi Adil</strong></p>
<p>Memang, hati itu dihinggapi sebuah keinginan hanya dengan tuntutan al-Qur’an dan as-Sunnah ia dapat, seperti kata seorang penyair, Setiap hasrat hati timbanglah dulu dengan timbangan syari’at. Jika termasuk yang diperintahkannya, segeralah kerjakan Bila termasuk yang dilarang, itu dari syaitan, segeralah jauhi.</p>
<p>Kini tiba saatnya kita mengukur dan bercermin kaidah tersebut, kita akan mendapati betapa banyak terlintas di benak, nurani dan pikiran kita sejumlah keinginan, hasrat, gagasan dan kemauan untuk kita lakukan, akan tetapi sudahkah kita bersikap dengan sengaja – dengan segala hasrat tersebut – sebagaimana kaidah di atas, yaitu menghadirkan dua saksi adil, yaitu al-Quran dan as-Sunnah kemudian menimbang keselarasannya dengan keduanya.</p>
<p>Jika bersesuaian, kita dengan penuh semangat melakukannya dan bila bertentangan dengannya segera saja kita tinggalkan dan hindari. Sehingga dengan itu,hati kita selamat dan dipenuhi dengan cahaya keimanan dan akhirnya berubah menjadi hati yang jernih dan lembut.</p>
<p>Abu Bakar misalnya, ia seorang yang mudah menangis di saat shalat, maka ia disebut sebagai ‘orang yang hatinya lembut dan peka sehingga bacaan yang dibacanya hampir tak dapat dipahami lantaran tangis dan getar perasaannya yang sangat peka’</p>
<p>Maka peliharalah hatimu saudariku dari kesesatan dan penyimpangan sesudah jelas bagimu hal itu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzikirhati.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzikirhati.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzikirhati.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzikirhati.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzikirhati.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzikirhati.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzikirhati.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzikirhati.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzikirhati.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzikirhati.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzikirhati.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzikirhati.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzikirhati.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzikirhati.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzikirhati.wordpress.com&amp;blog=7146660&amp;post=76&amp;subd=dzikirhati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/hati-lembut-dan-jernih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f62ed84f10adadc15e5650a222c76ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dzikirhati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ada 3 Hikmah memakai JILBAB</title>
		<link>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/ada-3-hikmah-memakai-jilbab/</link>
		<comments>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/ada-3-hikmah-memakai-jilbab/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 23:18:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzikirhati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzikirhati.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[. Hikmah memakai jilbab dalam kehidupan sehari-hari Begitu pentingnya jilbab bagi seorang muslimah sehingga dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda : &#8220;Telah berkata Ummu &#8216;Athiyah saya bertanya : &#8216;Ya Rasulullah apakah salah seorang dari kami dinyatakan bersalah bila ia tidak keluar (pergi ke tanah lapang) karena ia tidak mempunyai jilbab ?&#8217; Maka sabdanya : &#8216;Hendaklah temannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzikirhati.wordpress.com&amp;blog=7146660&amp;post=73&amp;subd=dzikirhati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>. Hikmah memakai jilbab dalam kehidupan sehari-hari</p>
<p>Begitu pentingnya jilbab bagi seorang muslimah sehingga dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda :</p>
<p>&#8220;Telah berkata Ummu &#8216;Athiyah saya bertanya : &#8216;Ya Rasulullah apakah salah seorang dari kami dinyatakan bersalah bila ia tidak keluar (pergi ke tanah lapang) karena ia tidak mempunyai jilbab ?&#8217; Maka sabdanya : &#8216;Hendaklah temannya meminjamkan jilbab untuknya&#8217;.&#8221; (HR. Bukhari Muslim)</p>
<p>Jadi Rasulullah mewajibkan seorang muslimah untuk mengenakan jilbabnya dalam keadaan apapun, begitu pentingnya hal ini sehingga apabila seorang muslimah tidak mempunyai jilbab beliau menyuruh temannya untuk meminjaminya.</p>
<p>Berikut ini beberapa hikmah dari diwajibkannya jilbab bagi seorang muslimah :<span id="more-73"></span></p>
<p>1) Sebagai identitas seorang muslimah</p>
<p>Allah memberikan kewajiban untuk berjilbab agar para wanita mukmin mempunyai ciri khas dan identitas tersendiri yang membedakannya dengan orang-orang non muslim. Dalam sebuah hadits dikatakan :</p>
<p>&#8220;Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka&#8221; (HR. Abu Dawud)</p>
<p>2) Meninggikan derajat wanita muslim (muslimah)</p>
<p>Dengan mengenakan jilbab yang menutup seluruh auratnya dan tidak membuka auratnya di sembarang tempat, maka seorang muslimah itu bagaikan sebuah batu permata yang terpajang di etalase yang tidak sembarang orang dapat mengambil dan memilikinya. Dan bukan seperti batu yang berserakan di jalan dimana setiap orang dapat dengan mudah mengambilnya, kemudian menikmatinya, lalu membuangnya kembali.</p>
<p>Allah berfirman :</p>
<p>&#8220;Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.&#8221;<br />
(QS. An Nahl (16) : 97)</p>
<p>3) Mencegah dari gangguan laki-laki tak bertanggung jawab</p>
<p>Hal ini mudah dipahami karena dengan seluruh tubuh tertutup kecuali muka dan telapak tangan, maka tidak akan mungkin ada laki-laki iseng yang tertarik untuk menggoda dan mencelakakannya selama ia tidak berperilaku yang berlebih-lebihan. Sehingga kejadian-kejadian seperti perkosaan, perzinaan, dsb dapat dihindarkan</p>
<p>&#8220;Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.&#8221; (QS. Al Israa&#8217; (17) : 32)</p>
<p>3) Memperkuat kontrol sosial</p>
<p>Seorang yang ikhlas dalam menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya khususnya dalam mengenakan busana muslimah, Insya Allah ia akan selalu menyadari bahwa dia selalu membawa nama dan identitas Islam dalam kehidupannya sehari-hari, sehingga apabila suatu saat dia melakukan kekhilafan maka ia akan lebih mudah ingat kepada Allah dan kembali ke jalan yang diridhoiNya&#8230;.Wallohuh A&#8217;lam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzikirhati.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzikirhati.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzikirhati.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzikirhati.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzikirhati.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzikirhati.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzikirhati.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzikirhati.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzikirhati.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzikirhati.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzikirhati.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzikirhati.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzikirhati.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzikirhati.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzikirhati.wordpress.com&amp;blog=7146660&amp;post=73&amp;subd=dzikirhati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/ada-3-hikmah-memakai-jilbab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f62ed84f10adadc15e5650a222c76ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dzikirhati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tawakal</title>
		<link>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/tawakal/</link>
		<comments>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/tawakal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 23:02:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzikirhati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzikirhati.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Tawakal adalah kesungguhan hati dalam bersandar kepada Alloh Ta’ala untuk mendapatkan kemaslahatan serta mencegah bahaya, baik menyangkut urusan dunia maupun akhirat. Alloh Ta’ala berfirman yang artinya, ”Dan barangsiapa bertaqwa kepada Alloh, niscaya Dia akan jadikan baginya jalan keluar dan memberi rizqi dari arah yang tiada ia sangka-sangka, dan barangsiapa bertawakal kepada Alloh, maka Dia itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzikirhati.wordpress.com&amp;blog=7146660&amp;post=67&amp;subd=dzikirhati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tawakal adalah kesungguhan hati dalam bersandar kepada Alloh Ta’ala untuk mendapatkan kemaslahatan serta mencegah bahaya, baik menyangkut urusan dunia maupun akhirat. Alloh Ta’ala berfirman yang artinya, ”Dan barangsiapa bertaqwa kepada Alloh, niscaya Dia akan jadikan baginya jalan keluar dan memberi rizqi dari arah yang tiada ia sangka-sangka, dan barangsiapa bertawakal kepada Alloh, maka Dia itu cukup baginya.” (Ath Tholaq: 2-3)Makna Bertawakal Kepada Alloh   Banyak di antara para ulama yang telah menjelaskan makna tawakal, diantaranya adalah Al Allamah Al Munawi. Beliau mengatakan, “Tawakal adalah menampakkan kelemahan serta penyandaran (diri) kepada yang ditawakali.” (Faidhul Qadir, 5/311). Ibnu ‘Abbas radhiyallohu’anhuma mengatakan bahwa tawakal bermakna percaya sepenuhnya kepada Alloh Ta’ala. Imam Ahmad mengatakan, ”Tawakal berarti memutuskan pencarian disertai keputus-asaan terhadap makhluk.” Al Hasan Al Bashri pernah ditanya tentang tawakal, maka beliau menjawab, ”Ridho kepada Alloh Ta’ala”, Ibnu Rojab Al Hanbali mengatakan, ”Tawakal adalah bersandarnya hati dengan sebenarnya kepada Alloh Ta’ala dalam memperoleh kemashlahatan dan menolak bahaya, baik urusan dunia maupun akhirat secara keseluruhan.<span id="more-67"></span>” Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan, ”Tawakal yaitu memalingkan pandangan dari berbagai sebab setelah sebab disiapkan.”  Mendapatkan Kebaikan dan Menghindari Kerusakan  Ibnul Qayyim berkata, ”Tawakal adalah faktor paling utama yang bisa mempertahankan seseorang ketika tidak memiliki kekuatan dari serangan makhluk lainnya yang menindas serta memusuhinya. Tawakal adalah sarana yang paling ampuh untuk menghadapi keadaan seperti itu, karena ia telah menjadikan Alloh sebagai pelindungnya atau yang memberinya kecukupan. Maka barang siapa yang menjadikan Alloh sebagai pelindungnya serta yang memberinya kecukupan, maka musuhnya itu tak akan bisa mendatangkan bahaya padanya.” (Bada’i Al-Fawa’id 2/268)</p>
<p>Bukti yang paling baik adalah kejadian nyata, Imam Al Bukhori telah mencatat dalam kitab shohih beliau, dari sahabat Ibnu Abbas rodhiyallohu anhuma, bahwa ketika Nabi Ibrahim dilemparkan ke tengah-tengah api yang membara beliau mengatakan, “Hasbunallohu wa ni’mal wakiil.” (Cukuplah Alloh menjadi penolong kami dan Alloh adalah sebaik-baik pelindung). Perkataan ini pulalah yang diungkapkan oleh Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam ketika dikatakan kepada beliau, Sesungguhnya orang-orang musyrik telah berencana untuk memerangimu, maka waspadalah engkau terhadap mereka.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam bab Tafsir. Lihat Fathul Bari VIII/77)  Ibnu Abbas berkata, “Kata-kata terakhir yang diucapkan oleh Nabi Ibrahim ketika ia dilemparkan ke tengah bara api adalah: ‘Cukuplah Alloh menjadi penolong kami dan Alloh sebaik-baik pelindung’.” (HR. Bukhori)  Bertawakal Kepada Alloh Adalah Kunci Rizki   Rosululloh Shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, seandainya kalian bertawakal kepada Alloh dengan sebenar-benarnya, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Hakim)  Dalam hadits yang mulia ini Rosululloh menjelaskan bahwa orang yang bertawakal kepada Alloh dengan sebenar-benarnya, pastilah dia akan diberi rizki. Bagaimana tidak, karena dia telah bertawakal kepada Dzat Yang Maha Hidup yang tidak pernah mati. Abu Hatim Ar Razy berkata, ”Hadist ini merupakan tonggak tawakal. Tawakal kepada Alloh itulah faktor terbesar dalam mencari riqzi.” Karena itu, barangsiapa bertawakal kepadaNya, niscaya Alloh Subhanahu Wa Ta’ala akan mencukupinya. Alloh berfirman yang artinya, “Dan barangsiapa bertawakal kepada Alloh, niscaya Alloh akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Alloh melaksanakan urusan (yang dikehendakiNya). Sesungguhnya Alloh telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Ath-Thalaq: 3). Ar Rabi’ bin Khutsaim berkata mengenai ayat tersebut, “Yaitu mencukupinya dari segala sesuatu yang membuat sempit manusia.”  Tawakal Bukan Berarti Tidak Berusaha   Mewujudkan tawakal bukan berarti meniadakan usaha. Alloh memerintahkan hamba-hambaNya untuk berusaha sekaligus bertawakal. Berusaha dengan seluruh anggota badan dan bertawakal dengan hati merupakan perwujudan iman kepada Alloh Ta’ala. Sebagian orang mungkin ada yang berkata, “Jika orang yang bertawakal kepada Alloh itu akan diberi rizki, maka kenapa kita harus lelah, berusaha dan mencari penghidupan. Bukankah kita cukup duduk-duduk dan bermalas-malasan, lalu rizki kita datang dari langit?” Perkataan itu sungguh menunjukkan kebodohan orang itu tentang hakikat tawakal. Nabi kita yang mulia telah menyerupakan orang yang bertawakal dan diberi rizki itu dengan burung yang pergi di pagi hari untuk mencari rizki dan pulang pada sore hari, padahal burung itu tidak memiliki sandaran apapun, baik perdagangan, pertanian, pabrik atau pekerjaan tertentu. Ia keluar berbekal tawakal kepada Alloh Yang Maha Esa sebagai tempat bergantung.  Para ulama -semoga Alloh membalas mereka dengan sebaik-baik kebaikan- telah memperingatkan masalah ini. Di antaranya adalah Imam Ahmad, beliau berkata: “Dalam hadits tersebut tidak ada isyarat yang membolehkan meninggalkan usaha, sebaliknya justru di dalamnya ada isyarat yang menunjukkan perlunya mencari rizki. Jadi maksud hadits tersebut, bahwa seandainya mereka bertawakal kepada Alloh dalam bepergian, kedatangan dan usaha mereka, dan mereka mengetahui bahwa kebaikan (rizki) itu di TanganNya, tentu mereka tidak akan pulang kecuali dalam keadaan mendapatkan harta dengan selamat, sebagaimana burung-burung tersebut”. (Tuhfatul Ahwadzi, 7/8)  Imam Ahmad pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang hanya duduk di rumah atau di masjid seraya berkata, “Aku tidak mau bekerja sedikitpun, sampai rizkiku datang sendiri”. Maka beliau berkomentar, “Ia adalah laki-laki yang tidak mengenal ilmu. Sungguh Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Sesungguhnya Alloh telah menjadikan rizkiku dalam bayang-bayang tombak perangku (baca: ghonimah)’. Dan beliau juga bersabda, ‘Sekiranya kalian bertawakal kepada Alloh dengan sebenar-benarnya, niscaya Alloh memberimu rizki sebagaimana yang diberikanNya kepada burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.’ (Hasan Shohih. HR.Tirmidzi). Selanjutnya Imam Ahmad berkata, “Para sahabat juga berdagang dan bekerja dengan mengelola pohon kurmanya. Dan mereka itulah teladan kita.” (Fathul Bari, 11/305-306)  Kalau kita mau merenungi maka dapat kita katakan bahwa pengaruh tawakal itu tampak dalam gerak dan usaha seseorang ketika bekerja untuk mencapai tujuan-tujuannya. Imam Abul Qasim Al-Qusyairi mengatakan, “Ketahuilah sesungguhnya tawakal itu letaknya di dalam hati. Adapun gerak lahiriah maka hal itu tidak bertentangan dengan tawakal yang ada di dalam hati setelah seseorang meyakini bahwa rizki itu datangnya dari Alloh. Jika terdapat kesulitan, maka hal itu adalah karena takdir-Nya. Dan jika terdapat kemudahan maka hal itu karena kemudahan dariNya.” (Murqatul Mafatih, 5/157)  Diantara yang menunjukkan bahwa tawakal kepada Alloh tidaklah berarti meninggalkan usaha adalah sebuah hadits. Seseorang berkata kepada Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Aku lepaskan untaku dan (lalu) aku bertawakal ?” Nabi bersabda, “Ikatlah kemudian bertawakallah kepada Alloh.” (HR. Tirmidzi dan dihasankan Al Albani dalam Shohih Jami’ush Shoghir). Dalam riwayat Imam Al-Qudha’i disebutkan bahwa Amr bin Umayah Radhiyallohu ‘anhu berkata, “Aku bertanya, ‘Wahai Rosululloh!! Apakah aku ikat dahulu unta tungganganku lalu aku bertawakal kepada Alloh, ataukah aku lepaskan begitu saja lalu aku bertawakal?’, Beliau menjawab, ‘Ikatlah untamu lalu bertawakallah kepada Alloh.” (Musnad Asy-Syihab, Qayyidha wa Tawakal, no. 633, 1/368)  Tawakal tidaklah berarti meninggalkan usaha. Hendaknya setiap muslim bersungguh-sungguh dan berusaha untuk mendapatkan penghidupan. Hanya saja ia tidak boleh menyandarkan diri pada kelelahan, kerja keras dan usahanya, tetapi ia harus meyakini bahwa segala urusan adalah milik Alloh, dan bahwa rizki itu hanyalah dari Dia semata.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzikirhati.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzikirhati.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzikirhati.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzikirhati.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzikirhati.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzikirhati.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzikirhati.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzikirhati.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzikirhati.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzikirhati.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzikirhati.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzikirhati.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzikirhati.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzikirhati.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzikirhati.wordpress.com&amp;blog=7146660&amp;post=67&amp;subd=dzikirhati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/tawakal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f62ed84f10adadc15e5650a222c76ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dzikirhati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kehidupan Yang Islami</title>
		<link>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/kehidupan-yang-islami/</link>
		<comments>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/kehidupan-yang-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 22:59:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzikirhati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/kehidupan-yang-islami/</guid>
		<description><![CDATA[Seberapa Islami keseharian kita? Artikel ini memberikan hal-hal yang perlu kita renungkan dan kemudian diamalkan dalam keseharian kita. 1.Apakah anda setiap hari selalu shalat shubuh berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan) 2.Apakah anda selalu menjaga shalat yang 5 waktu berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan) 3.Apakah anda hari ini membaca Al-Qur’an? 4.Apakah anda rutin membaca [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzikirhati.wordpress.com&amp;blog=7146660&amp;post=66&amp;subd=dzikirhati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seberapa Islami keseharian kita? Artikel ini memberikan hal-hal yang perlu kita renungkan dan kemudian diamalkan dalam keseharian kita.  1.Apakah anda setiap hari selalu shalat shubuh berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan)  2.Apakah anda selalu menjaga shalat yang 5 waktu berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan)  3.Apakah anda hari ini membaca Al-Qur’an?  4.Apakah anda rutin membaca dzikir setelah selesai melaksanakan shalat wajib?  5.Apakah anda selalu menjaga shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat wajib? <span id="more-66"></span>6.Apakah anda hari ini khusyu’ dalam shalat, menghayati apa yang anda baca?  7.Apakah anda hari ini mengingat mati dan kubur?  8.Apakah anda hari ini mengingat hari kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya?  9.Apakah anda telah memohon kepada Allah sebanyak 3 kali agar dimasukkan ke dalam syurga?  10.Apakah anda telah meminta perlindungan kepada Allah sebanyak 3 kali agar diselamatkan dari api neraka? Karena: Barang siapa yang memohon syurga kepada Allah sebanyak 3 kali, Syurga berkata, Wahai Allah! Masukkanlah ia ke dalam syurga, dan barang siapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak 3 kali, Neraka berkata, Wahai Allah! Selamatkan ia dari api neraka. (Shahih Al-Jami’ No. 6151 Jilid 6)  11.Apakah anda hari ini membaca hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?  12.Apakah anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik?  13.Apakah anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau?  14.Apakah anda hari ini menangis karena takut kepada Allah?  15.Apakah anda selalu membaca dzikir pagi dan sore hari?  16.Apakah anda hari ini telah memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang telah anda perbuat?  17.Apakah anda telah memohon kepada Allah dengan benar untuk mati syahid? Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa yang memohon kepada Allah dengan benar untuk mati syahid, maka Allah akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidurnya. (HR. Muslim)  18.Apakah anda telah berdo’a kepada Allah agar Ia menetapkan hati anda di atas agama-Nya?  19.Apakah anda telah mengambil kesempatan untuk berdo’a kepada Allah di waktu –waktu yang mustajab?  20.Apakah anda telah membeli buku-buku islam untuk memahami islam? (Tentu dengan memilih buku-buku yang sesuai dengan pemahaman yang diikuti oleh para sahabat Nabi, karena banyak juga buku-buku Islam yang tersebar di pasaran justru merusak pemahaman Islam yang benar).  21.Apakah anda memintakan ampun kepada Allah untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah? Karena dengan mendo’akan mereka anda mendapat kebaikan pula. (Shahih Al-Jami’ No. 5902)  22.Apakah anda telah memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat Islam?  23.Apakah anda telah memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya?  24.Apakah hari ini anda telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan?  25.Apakah anda dapat menahan amarah yang disebabkan karena urusan pribadi dan berusaha untuk marah karena Allah semata?  26.Apakah anda telah berusaha untuk selalu menjauhkan diri dari sikap sombong dan membanggakan diri?  27.Apakah anda telah mengunjungi saudara –saudara seiman dan seagama (ikhlas karena Allah semata)?  28.Apakah anda telah berdakwah untuk keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang yang ada hubungannya dengan diri anda?  29.Apakah anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua?  30.Apakah anda selalu mengucapkan Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji’uun – Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kami kembali kepada-Nya jika anda mendapat musibah dari Allah? Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Hendaklah masing-masing kalian melakukan istirja’ (mengucapkan Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji’uun) pada setiap hal meskipun ketika tali sandalnya putus karena hal itu termasuk musibah. (Hadits hasan, lihat Shahih Al-Kalimut Thayyib No. 140)  31.Apakah anda hari ini mengucapkan do’a: Allahumma Innii A’uudzubika an Usyrikabika wa Anaa A’lam wa Astaghfiruka Limaa laa A’lam – Ya allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu sedangkan aku mengetahui dan aku memohon ampunan-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui. (Shahih Al-Jami’ No. 3625). Barang siapa yang mengucapkannya maka Allah akan menjauhkan darinya dari syirik besar dan syirik kecil.  32.Apakah anda selalu berbuat baik kepada tetangga?  33.Apakah anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad dan dengki?  34.Apakah anda telah membersihkan lisan anda dari perkataan dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir dan berbuat serta berkata yang tidak ada manfaatnya?  35.Apakah anda selalu takut kepada Allah dalam hal penghasilan, makanan, minuman dan pakaian?  36.Apakah anda selalu bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan? Akhi muslim, jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan nyata, agar engkau mendapat ridla Allah dan menjadi orang-orang yang beruntung di dunia dan di akherat, Insya Allah.  Sumber: -Zaadul Muslim Al-Yaumi , Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah.  -Al-Qabru ‘Adzaabuhu wa Na’iimuhu, Syaikh Husain Al-‘Awaisyah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzikirhati.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzikirhati.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzikirhati.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzikirhati.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzikirhati.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzikirhati.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzikirhati.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzikirhati.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzikirhati.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzikirhati.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzikirhati.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzikirhati.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzikirhati.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzikirhati.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzikirhati.wordpress.com&amp;blog=7146660&amp;post=66&amp;subd=dzikirhati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/kehidupan-yang-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f62ed84f10adadc15e5650a222c76ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dzikirhati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dzikir dan baca Quran obat ketenangan hati</title>
		<link>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/dizkir-baca-quran-obat-ketenngan-hati/</link>
		<comments>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/dizkir-baca-quran-obat-ketenngan-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 22:53:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzikirhati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzikirhati.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Dalam keseharian semua orang membutuhkan katenangan batin, dan untuk mendapatkan ketenangan batin bukanlah hal yang mustahil. Allah SWT mengajarkan kepada kita langkah nyata mendapatkan ketenangan hati, yaitu dengan berdzikir �ingatlah, dengan dzikir mengingat Allah hati akan tentram� (QS. ar-Ra�d:28). Dengan selalu mengingat Allah, hati akan tentram. Sebaliknya, ketika kita jarang ingat kepada Allah, hati akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzikirhati.wordpress.com&amp;blog=7146660&amp;post=63&amp;subd=dzikirhati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam keseharian semua orang membutuhkan katenangan batin, dan untuk mendapatkan ketenangan batin bukanlah hal yang mustahil. Allah SWT mengajarkan kepada kita langkah nyata mendapatkan ketenangan hati, yaitu dengan berdzikir �ingatlah, dengan dzikir mengingat Allah hati akan tentram� (QS. ar-Ra�d:28). Dengan selalu mengingat Allah, hati akan tentram. Sebaliknya, ketika kita jarang ingat kepada Allah, hati akan kering dan gersang.   Sejauhmana kita sungguh-sungguh ingin hidup dalam ketentraman hati, maka akan sangat terlihat dari berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk mengingat Allah. Ada orang yang ingat Allah ketika shalat saja. Itu artinya, ia akan selalu gelisah diluar shalat. Ada yang ingat Allah hanya ketika ia mendapat ancaman saja. Bahkan, ada yang benar-benar tidak tahu siapa itu Allah selama hidupnya. Orang yang tidak kenal Allah, sehebat apapun ia, dan sebanyak apapun harta yang dimilikinya, serta setinggi apapun derajatnya dimata manusia, sungguh ia akan selalu dicekam gelisah. Sementara orang-orang yang mendalam pengenalannya terhadap Allah, hatinya selalu tertambat hanya kepada-Nya. Apapun yang ia lihat, ia dengar dan ia rasakan, selalu dikorelasikan dengan Dzat pencipta alam semesta ini. �Milik Allah semata semua yang ada di langit dan di bumi.� (QS. al-Baqarah:284)</p>
<p><span id="more-63"></span>Ketika tengah merenungkan ciptaan Allah, ia menghayati benar makna ayat Al-Qur�an, �Bertasbih menyucikan Allah semua apa yang ada di langit dan dibumi.� (QS.ash-Shaff:1) Agar hati tenang dan hidup tentram, banyak-banyaklah berdzikir disertai sabar dan syukur. Dua kantong ini, yaitu sabar dan syukur dapat menghindarkan kita dari kebiasaan marah terhadap sesuatu yang mengecewakan hati. Dan hal ini memerlukan latihan-latihan.   Latihan pertama adalah latihan mengenal diri sendiri. Kalau seseorang ingin baik, ia terlebih dahulu harus mengetahui sesuatu yang ingin ia ubah menjadi baik. Pengetahuannya bisa ia dapatkan dari perenungan dan jawaban dari orang yang kita tanyai tentang diri kita.   Latihan kedua adalah upaya memperbaiki diri. Setelah kita tahu kondisi kita, maka kita usahakan untuk meminimalisasi bahkan menghilangkan kekurangan yang kita miliki. Bila perlu, kita tulis daftar semua keburukan yang kita miliki dan rumuskan formula-formula untuk memperbaikinya.   Upaya yang kita lakukan ini harus diiringi dengan cara meningkatkan kualitas membaca al-Qur�an dan dzikir, sebab itulah yang akan membantu kita untuk berubah menjadi baik dimata manusia dan yang paling penting baik di hadapan Allah. Setelah itu carilah lingkungan yang kondusif yang dapat membantu kita untuk selalu istiqamah dalam usaha mendekatkan diri kepada Allah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzikirhati.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzikirhati.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzikirhati.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzikirhati.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzikirhati.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzikirhati.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzikirhati.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzikirhati.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzikirhati.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzikirhati.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzikirhati.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzikirhati.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzikirhati.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzikirhati.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzikirhati.wordpress.com&amp;blog=7146660&amp;post=63&amp;subd=dzikirhati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/dizkir-baca-quran-obat-ketenngan-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f62ed84f10adadc15e5650a222c76ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dzikirhati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jenis Bid&#8217;ah..</title>
		<link>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/47/</link>
		<comments>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/47/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 20:51:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzikirhati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/47/</guid>
		<description><![CDATA[Bid’ah hakikiyah dan idhafiyah Imam Syatibi membagi bid’ah menjadi dua, ditinjau dari segi adanya dalil yang dijadikan sandaran dalam beramal atau tidak adanya dalil. Pertama, bid’ah hakikiyah, dan kedua bid’ah idhafiyyah.(6) Pertama, bid’ah hakikiyah adalah suatu bid’ah yang sama sekali tidak didasarkan pada suatu pengertian dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah, bahkan lebih bersifat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzikirhati.wordpress.com&amp;blog=7146660&amp;post=47&amp;subd=dzikirhati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bid’ah hakikiyah dan idhafiyah</p>
<p>Imam Syatibi membagi bid’ah menjadi dua, ditinjau dari segi adanya dalil yang dijadikan sandaran dalam beramal atau tidak adanya dalil. Pertama, bid’ah hakikiyah, dan kedua bid’ah idhafiyyah.(6)</p>
<p>Pertama, bid’ah hakikiyah adalah suatu bid’ah yang sama sekali tidak didasarkan pada suatu pengertian dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah, bahkan lebih bersifat melawan atau menyelisihi ketentuan dalil yang ada. Tegasnya, dalil yang dijadikan dasar atau sandaran dalam melakukan amalan bid’ah tersebut tidak ada.</p>
<p>Contoh bid’ah hakikiyah diantaranya :<span id="more-47"></span></p>
<p>a. Mengerjakan hal-hal yang menyiksa diri, tanpa ada dalil yang memerintahkannya.</p>
<p>Diriwayatkan dari Abdullah bin Abas, ia berkata: Ketika Nabi Muhammad SAW sedang berkhutbah, tiba-tiba ada seseorang berdiri, maka Rasulullah bertanya tentang dia, lalu mereka (para pendengar khutbah) menjawab: “Abu Israil, dia telah bernadhar untuk tetap berdiri, tidak duduk ,dan tidak berteduh; tidak berbicara, dan berpuasa.” Maka Rasulullah bersabda: “Kamu sekalian perintahkan kepadanya, hendaklah dia berbicara, berteduh dan duduk, dan supaya menyempurnakan puasanya”.(7)</p>
<p>b. Adanya pemotongan kepala kerbau yang kemudian ditanam pada lubang galian tanah, sebagai tumbal.</p>
<p>c. Melakukan pecah telur bagi penganten yang sedang dipertemukan, karena adanya kepercayaan tertentu, sebagaimana yang dilakukan di tengah-tengah masyarakat.</p>
<p>d. Melakukan terobosan di bawah keranda (mayat) bagi ahli waris, sewaktu mayat sudah siap akan diberangkatkan ke pemakaman.</p>
<p>e. Mengadakan peringatan kematian, misalnya tiga hari, empat puluh hari, seratus hari, haul/ temu tahun, seribu hari dan seterusnya, yang itu semua tidak ada dalilnya, bahkan bertentangan dengan dalil, dan menirukan adat orang musyrik.</p>
<p>f. Minta do’a pada isi kubur. Ini bertentangan dengan dalil yang tidak pernah membolehkan mayat dijadikan sarana untuk berdo’a.</p>
<p>Disamping itu masaih ada berbagai acara lain yang termasuk bid’ah, karena sama sekali tidak ada dalam Islam.<br />
Kedua, Bid’ah Idhafiyyah adalah suatu bid’ah yang pada hakekatnya didasarkan pada dalil Al Qur’an atau As Sunnah, tetapi cara melakukan amalan yang diamalkan dengan dalil yang dimaksud, tidak didapatkan di dalam ajaran Islam. Contoh bid’ah idhafiyyah adalah :</p>
<p>a. Sebagai pernyataan taubat atas segala dosa, disebutlah kalimat “La ilaha illa Allah” dengan cara geleng-geleng kepala seperti melakukan tarian. Dalam hal taubat itu, gendang dan perlengkapannya dibunyikan. Bentuk semacam ini dilakukan oleh seseorang dengan seriusnya untuk beberapa lama sampai orang tersebut jatuh pingsan. Di saat itu taubat baru dihentikan, karena dianggap orang tersebut telah diterima taubatnya.</p>
<p>b. Di beberapa masjid atau surau, setelah selesai seorang muadzin adzan, diadakanlah apa yang disebut “puji-pujian”. Dalam pujian-pujian tersebut banyak dibacakan shalawat Nabi, di samping berbagai bacaan lain, baik yang diambil dari Al Qur’an maupun syair-syair. Hal tersebut dilagukan dengan suara keras, selain sebagai pengertian ibadah juga untuk menanti kedatangan imam. Yang demikian itu banyak dijumpai, sementara tuntunan dari Rasulullah yang demikian tidak ada.</p>
<p>c. Contoh adanya penentuan dan penertiban beberapa bacaan yang dilakukan dalam selamatan atas kematian seseorang atau lainnya pada pengertian yang bisa disebut dengan “tahlilan”. Penentuan yang dimaksud dalam hal ini, selain dari penentuan waktu, seperti pada hari ke 7, ke 40, ke 100, ke 1000 dst, juga penentuan bacaan. Baik jumlah bilangannya, juga penentuan penertibannya. Namun keterangan Al Qur’an dan As Sunnah bahwa hal itu untuk amalan sebagaimana dilakukan itu tidak didapatkan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dzikirhati.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dzikirhati.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dzikirhati.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dzikirhati.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dzikirhati.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dzikirhati.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dzikirhati.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dzikirhati.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dzikirhati.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dzikirhati.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dzikirhati.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dzikirhati.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dzikirhati.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dzikirhati.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dzikirhati.wordpress.com&amp;blog=7146660&amp;post=47&amp;subd=dzikirhati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzikirhati.wordpress.com/2009/04/04/47/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f62ed84f10adadc15e5650a222c76ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dzikirhati</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
