Mengenal Allah

Posted in 1 on Mei 6, 2009 by dzikirhati

Mengenal Allah merupakan pondasi tempat berdirinya Islam secara keseluruhan, tanpa mengenal Allah, seluruh amal ibadah dalam Islam tidak memiliki nilai hakiki, hal ini disebabkan karena dalam kondisi tidak mengenal Allah, orang tersebut sama dengan kehilangan ruhnya, apalah gunanya jasad tanpa ruh? sama dengan orang itu mati. Amal bagaikan jasad dan mengenal Allah bagaikan ruhnya, dengan adanya ruh dalam jasad maka disebut hidup. Dengan mengenal Allah dalam beramal, maka amal jadi hidup, setiap diamalkan, hidup, hati tidak lagi gersang bagai padang pasir tandus tanpa pepohonan, fikiran tidak lagi semrawut bagai benang dipintal kusut.

Tidak sedikit orang di jagat ini yang mengingkari wujud Allah dengan 1001 alasan yang menurut mereka masuk aqal, pada hal alasan mereka itu tidak masuk aqalnya orang-orang tercerahkan. Salah satu alasan mereka adalah bahwa mereka tidak dapat merasakan keberadaan Allah dan tidak dapat melihat Allah dengan indra mereka. Pengakuan demikian menandakan bahwa mereka sedang mati rasa dan buta (gelap mata) disebabkan terlalu banyak sapir-sapir penghalang antara mereka dengan Allah, terlalu tidak percaya dengan hal-hal gaib, pada hal aqal fikiran mereka saja pun sesungguhnya merupakan bagian dari hal gaib yang ada di dalam diri mereka sendiri. Tatkala mereka makan cabe terasa betapa pedasnya, mulut mereka menganga sebagai pertanda pedas yang mereka rasa tidak dapat disembunyikan, berarti sesungguhnya mereka bukan mati rasa, tetapi lebih tepat disebut dengan istilah pura-pura mati rasa.

Kaum Muslimin sejagat mengucap syahadat, sebagai tanda dan bukti bahwa setiap Muslimin mampu menyaksikan Allah. Jika seseorang mengangkat saksi, berarti orang yang bersaksi mampu melihat yang disaksikannya. Dengan apa kita menyaksikan Allah? Kita menyaksikan Allah haruslah dengan Allah (istilah Qur’an menyebutkan ma’allah), kemudian dengan hati kita, dengan fikiran kita, dengan indra perasa kita, dengan mata kepala kita.

Setiap kali mata kepala memandang alam sekitar kita, otak kita berfikir betapa indah dan serasinya segala yang tampak, lalu hati kita bertanya siapakah yang menciptakan ini semua? Otak pun berupaya menjawab pertanyaan hati, karena tidak mungkin segalanya tercipta begitu saja tanpa ada yang menciptakannya, setelah otak menelusuri asal muasal segala kejadian, maka berujung pada Zat Allah, hatipun menghunjam kata Allah terukir indah di dada, memancarkan bias-bias di seantero asabat jasat melingkupi jiwa, batin di dalam diri mulai membuka pintu-pintu hijabNya, maka dipenghujung perjalanan batin bertemu cahaya dan dipenghujung cahaya yang tampak oleh batin terdapat satu Zat Yang Maha Bercahaya nan cahayaNya tiada tandingan dan batin tahu diri sehingga tiada mampu menukikkan kearahNya karena sangking takjub terhadap keindahanNya. Tatkala batin bertanya : siapakah itu? Sang Nurani menjawab: Itulah Allah, Zat yang sangat dikau rindu. Subhanallah, begitulah para Rasul dan Nabi melihat Allah, namun kita janganlah menyebut diri sebagai Rasul atau Nabi, sebab derajat kita dibanding Nabi dan Rasul amatlah masih jauh di bawah mereka, siapapun kita, kita adalah di luar sistem Allah terhadap pengutusan Nabi dan RasulNya.

Selanjutnya bertambah yaqinlah hati, maka semua yang dilihat, tampaklah betapa ini semua hanya Allah yang menciptakan. Tatkala menemukan ujian dan cobaanpun, dibaliknya terpandang oleh batin betapa ini semua Allah lah dalangnya, dengan cobaan dan ujian yang diberikanNya ada kemungkinan besar kita dapat menaiki anak tangga yang lebih tinggi mencapai derajat hidup yang lebih tercerahkan, jika lulus dari ujian dan cobaan yang Allah berikan. Tetapi jika gagal, maka terpaksa menjadi insan yang turun derajat, bagai Adam wal Hawa diturunkan dari surga. Untuk itu kita amatlah perlu mengenal Allah, insya Allah situs aku yang atu ni akan kita isi dengan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Allah, bukan sekedar teori, tetapi kita upayakan juga berdasarkan pengamanan di alam goibullah, insya Allah.

Arti Hidup di Gunung Salak

Posted in Politry on April 11, 2009 by dzikirhati

foto049ini adalah pengalaman pribadi ku yang amatlah menyeramkan tapi berkesan sekali. Dimana aku dan 2 temanku ingin naik gunung, aku sangat menyukai alam tapi aku belum pernah naik gunung. Naik gunung adalah hoby ayahku dan aku ingin sekali melanjutkan hobynya itu. Dari dulu aku ingin sekali naik gunung yang sering sekali aku pandang kalo aku berangkat ke kampus yaitu Gunung Salak. Aku selalu berkhayal kalo aku ini berada di gunung salak. Ehm pasti indah banget ya…!!! Baca selebihnya »

Asma Binti Yazid bin Sakan bin Rafi bin Haris al Anshariyah Al Ausiyyah Al Asyhalyah

Posted in Artikel Islami on April 11, 2009 by dzikirhati

Wahai saudariku, tahukah kalian siapa beliau? Beliau adalah Asma’ binti Yazid bin Sakan bin Rafi’ bin Imri’il Qais bin Abdul Asyhal bin Haris Al-Anshariyah Al Ausiyyah Al Asyhaliyah. Wanita mulia di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang berbai’at kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun pertama Hijriyah, yaitu dalam bai’at Aqabah.

Asma’ radhiallahu ‘anha adalah termasuk shahabiyah Anshar yang pertama masuk Islam yang keilmuannya sangat luas. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abdil Barr bahwa Asma’ adalah seorang wanita yang cerdas dan bagus agamanya. Asma’ ikut aktif mendengar hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sering bertanya tentang persoalan-persoalan yang menjadikan dia paham urusan agama. Baca selebihnya »

Pendeta Naik Haji

Posted in Cerpen dengan kaitan (tags) on April 4, 2009 by dzikirhati

Pendeta Naik Haji….masak sih ? kok bisa sih ? Yang bener aja

Seorang pendeta dan seorang haji (Haji Muhammad Isa), sudah lama banget bersohibat erat.

Gini ceritanya nih… Baca selebihnya »

Hati Lembut Dan Jernih

Posted in Artikel Islami dengan kaitan (tags) on April 4, 2009 by dzikirhati

Ya Rabb, betapa banyak aku telah bermaksiat pada-Mu, namun Engkau tidak juga menghukumku, begitulah penuturan sebagian rahib Bani Israel. Padahal sebenarnya Allah SWT telah banyak memberi hukuman kepadamu, akan tetapi engkau tidak juga menyadari. Sesungguhnya balasan keburukan adalah keburukan yang serupa!, demikian menurut Syaikul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam bukunya ‘al-Hasanah wa as-Sayyiah’.

Gersang

Musibah terbesar adalah merasa aman setelah melakukan perbuatan dosa. Padahal sanksi itu tidak diturunkan secara langsung. Siksa terbesar bagi seseorang adalah jika ia tidak dapat menyadari dosa-dosanya, terserabutnya nilai-nilai agama darinya, kerasnya hati, dan salah memilih amal untuk kepentingan jiwanya. Buah dari itu semua adalah sehat jasmani dan cita-citanya tercapai, akan tetapi hatinya keras dan sakit. Baca selebihnya »

Ada 3 Hikmah memakai JILBAB

Posted in Artikel Islami dengan kaitan (tags) , on April 4, 2009 by dzikirhati

. Hikmah memakai jilbab dalam kehidupan sehari-hari

Begitu pentingnya jilbab bagi seorang muslimah sehingga dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda :

“Telah berkata Ummu ‘Athiyah saya bertanya : ‘Ya Rasulullah apakah salah seorang dari kami dinyatakan bersalah bila ia tidak keluar (pergi ke tanah lapang) karena ia tidak mempunyai jilbab ?’ Maka sabdanya : ‘Hendaklah temannya meminjamkan jilbab untuknya’.” (HR. Bukhari Muslim)

Jadi Rasulullah mewajibkan seorang muslimah untuk mengenakan jilbabnya dalam keadaan apapun, begitu pentingnya hal ini sehingga apabila seorang muslimah tidak mempunyai jilbab beliau menyuruh temannya untuk meminjaminya.

Berikut ini beberapa hikmah dari diwajibkannya jilbab bagi seorang muslimah : Baca selebihnya »

Tawakal

Posted in Artikel Islami dengan kaitan (tags) on April 4, 2009 by dzikirhati

Tawakal adalah kesungguhan hati dalam bersandar kepada Alloh Ta’ala untuk mendapatkan kemaslahatan serta mencegah bahaya, baik menyangkut urusan dunia maupun akhirat. Alloh Ta’ala berfirman yang artinya, ”Dan barangsiapa bertaqwa kepada Alloh, niscaya Dia akan jadikan baginya jalan keluar dan memberi rizqi dari arah yang tiada ia sangka-sangka, dan barangsiapa bertawakal kepada Alloh, maka Dia itu cukup baginya.” (Ath Tholaq: 2-3)Makna Bertawakal Kepada Alloh Banyak di antara para ulama yang telah menjelaskan makna tawakal, diantaranya adalah Al Allamah Al Munawi. Beliau mengatakan, “Tawakal adalah menampakkan kelemahan serta penyandaran (diri) kepada yang ditawakali.” (Faidhul Qadir, 5/311). Ibnu ‘Abbas radhiyallohu’anhuma mengatakan bahwa tawakal bermakna percaya sepenuhnya kepada Alloh Ta’ala. Imam Ahmad mengatakan, ”Tawakal berarti memutuskan pencarian disertai keputus-asaan terhadap makhluk.” Al Hasan Al Bashri pernah ditanya tentang tawakal, maka beliau menjawab, ”Ridho kepada Alloh Ta’ala”, Ibnu Rojab Al Hanbali mengatakan, ”Tawakal adalah bersandarnya hati dengan sebenarnya kepada Alloh Ta’ala dalam memperoleh kemashlahatan dan menolak bahaya, baik urusan dunia maupun akhirat secara keseluruhan. Baca selebihnya »

Kehidupan Yang Islami

Posted in Artikel Islami dengan kaitan (tags) on April 4, 2009 by dzikirhati

Seberapa Islami keseharian kita? Artikel ini memberikan hal-hal yang perlu kita renungkan dan kemudian diamalkan dalam keseharian kita. 1.Apakah anda setiap hari selalu shalat shubuh berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan) 2.Apakah anda selalu menjaga shalat yang 5 waktu berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan) 3.Apakah anda hari ini membaca Al-Qur’an? 4.Apakah anda rutin membaca dzikir setelah selesai melaksanakan shalat wajib? 5.Apakah anda selalu menjaga shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat wajib? Baca selebihnya »

Dzikir dan baca Quran obat ketenangan hati

Posted in Artikel Islami dengan kaitan (tags) on April 4, 2009 by dzikirhati

Dalam keseharian semua orang membutuhkan katenangan batin, dan untuk mendapatkan ketenangan batin bukanlah hal yang mustahil. Allah SWT mengajarkan kepada kita langkah nyata mendapatkan ketenangan hati, yaitu dengan berdzikir �ingatlah, dengan dzikir mengingat Allah hati akan tentram� (QS. ar-Ra�d:28). Dengan selalu mengingat Allah, hati akan tentram. Sebaliknya, ketika kita jarang ingat kepada Allah, hati akan kering dan gersang. Sejauhmana kita sungguh-sungguh ingin hidup dalam ketentraman hati, maka akan sangat terlihat dari berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk mengingat Allah. Ada orang yang ingat Allah ketika shalat saja. Itu artinya, ia akan selalu gelisah diluar shalat. Ada yang ingat Allah hanya ketika ia mendapat ancaman saja. Bahkan, ada yang benar-benar tidak tahu siapa itu Allah selama hidupnya. Orang yang tidak kenal Allah, sehebat apapun ia, dan sebanyak apapun harta yang dimilikinya, serta setinggi apapun derajatnya dimata manusia, sungguh ia akan selalu dicekam gelisah. Sementara orang-orang yang mendalam pengenalannya terhadap Allah, hatinya selalu tertambat hanya kepada-Nya. Apapun yang ia lihat, ia dengar dan ia rasakan, selalu dikorelasikan dengan Dzat pencipta alam semesta ini. �Milik Allah semata semua yang ada di langit dan di bumi.� (QS. al-Baqarah:284)

Baca selebihnya »

Jenis Bid’ah..

Posted in Artikel Islami dengan kaitan (tags) on April 4, 2009 by dzikirhati

Bid’ah hakikiyah dan idhafiyah

Imam Syatibi membagi bid’ah menjadi dua, ditinjau dari segi adanya dalil yang dijadikan sandaran dalam beramal atau tidak adanya dalil. Pertama, bid’ah hakikiyah, dan kedua bid’ah idhafiyyah.(6)

Pertama, bid’ah hakikiyah adalah suatu bid’ah yang sama sekali tidak didasarkan pada suatu pengertian dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah, bahkan lebih bersifat melawan atau menyelisihi ketentuan dalil yang ada. Tegasnya, dalil yang dijadikan dasar atau sandaran dalam melakukan amalan bid’ah tersebut tidak ada.

Contoh bid’ah hakikiyah diantaranya : Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.